Rujak cingur adalah kuliner legendaris khas Surabaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2021. Perpaduan cingur (moncong sapi), sayuran rebus, buah, tahu, tempe, dan lontong, disiram bumbu kacang yang dicampur petis udang. Rasanya gurih, manis, pedas, dan segar.
Rebus cingur (atau pipi sapi) bersama bawang putih, ketumbar, dan garam hingga empuk benar. Angkat, potong-potong. Bisa digoreng sebentar agar lebih sedap.
Rebus kangkung, kacang panjang, dan tauge (seduh air panas), tiriskan. Potong mentimun, mangga muda, dan bengkuang. Goreng tahu dan tempe, potong. Siapkan lontong.
Ulek cabai rawit, bawang putih goreng, garam, dan terasi bakar hingga halus. Tambahkan gula merah, petis udang, dan pisang batu parut, ulek hingga rata.
Masukkan kacang goreng, ulek hingga halus sambil diberi air asam jawa dan sedikit air matang hingga kekentalan bumbu pas. Cicipi dan sesuaikan rasa.
Tata sayuran, buah, tahu, tempe, lontong, dan cingur di piring. Siram dengan bumbu petis lalu aduk rata. Lengkapi dengan kerupuk. Sajikan segera.
Kalau sulit cari cingur, bisa diganti pipi sapi (kenyal lembut). Rebus dengan lengkuas + daun salam untuk menghilangkan aroma. Pisang batu/kluthuk memberi rasa khas tapi opsional.